25 November 2009

ENYA : AND WINTER CAME...


Artist : Enya
Album : And Winter Came... (2008)
Genre : New Age, Christmas Gospel
Tracks :
1. And Winter Came...
2. Journey of The Angels
3. White is in the Winter Night
4. O Come, O Come, Emmanuel
5. Trains and Winter Rains
6. Dreams Are More Precious
7. Last Time By Moonlight
8. One Toy Soldier
9. Stars and Midnight Blue
10. The Spirit of Christmas Past
11. My! My! Time Flies!
12. Oiche Chiuin (Chorale)



Bagi temen2 yg demen banget lagu2 dari penyanyi yang bernama Enya, tidak ada salahnya mengkoleksi album ini. Sebenernya rilis tahun kemaren, tapi tidak ada salahnya kalo dicari di toko kaset/ cd mulai bulan ini untuk natalan bulan depan.

Album ini didedikasikan untuk perayaan Natal. Dengan memajang 12 track yang menarik, Enya berhasil memukau penggemarnya dengan musik yang indah dan lagu yang menenangkan hati..
Beberapa track berirama agak rancak seperti My! My! Time Flies! dan White is in the Winter Night ada pula yang berbentuk paduan suara akapela (tanpa musik) yaitu Oiche Chiuin ("Malam Kudus" versi bahasa Irlandia) dan hanya satu yang berbentuk instrumental yaitu nomor pembuka And Winter Came...

Videoklip Trains and The Winter Rains bisa dilihat di : http://www.youtube.com/watch?v=cuDDPF6vE6Y
Videoklip Oiche Chiuin bisa dilihat di : http://www.youtube.com/watch?v=GxT91dtRASk
Download free mp3 album And Winter Came.. (rar) : http://www.4shared.com/file/83306931/43f3f6f5/Enya_-_2008_And_Winter_Came.html?s=1


HIGLY RECOMMENDED!!!

09 November 2009

MENENTUKAN IBU BAYI ALA SALOMO

Dua orang ibu sedang memperebutkan seorang bayi. Mereka mengaku sebagai ibu yang sah dari bayi tersebut. Hakim seorang "Kristen" yang taat mempunyai ide seperti Raja Salomo, "Supaya adil bayi ini akan saya bagi dua!"

Ibu yang pertama mengatakan, "Jangan Bapak Hakim yang mulia, berikan saja pada dia!" Dalam waktu yang bersamaan ibu yang lain juga meneriakkan hal yang sama. Rupanya ke dua ibu ini juga orang "Kristen" yang mengenal kisah Salomo. Jadi sekarang hakim menjadi bingung tujuh keliling!!!!

Sidang ditunda sampai minggu depan. Seminggu kemudian, pak Hakim hanya memerlukan waktu beberapa menit untuk menyelesaikan masalah ini, hanya dengan 5 kalimat, "Mari kita lakukan tes DNA!"

Sumber : http://ketawa.com/humor-lucu/cat/15/cerita_alkitabingah.html

18 Oktober 2009

HEMAT LISTRIK, BUMI ADEM


Pemanasan global yang tek terbendung akibat efek rumah kaca pada Bumi, belakangan menjadi perhatian para [emerhati lingkungan. Soalnya kalau pemanasan global ini tidak segera dikendalikan, dampaknya bisa segera buruk bagi kehidupan manusia. Berbagai upaya harus segera dilakukan. Di antaranya, mencegah penebangan hutanyang tak terkontrol dan mengurangi polusi udara yang dapat menyebabkan efek rumah kaca.

Secara tidak langsung, kita bisa mengurangi polusi dengan menghemat penggunaan listrik. Soalnya pembangkit listrik termasuk unit yang menghasilkan polutan, salah satunya CO2. Dengan meningkatnya konsentrasi gas CO2 di atmosfer, maka akan semakin banyak gelombang panas yang dipantulkan dari permukaan bumi diserap atmosfer. Hal ini akan mengakibatkan suhu permukaan Bumi menjadi meningkat. Sekadar mengingatkan, penggunaan listrik dunia jadi penyumbang terbesar (37%) gas rumah kaca. Karena itu kita bisa ikut berperan mengurangi pemanasan global dengan menghemat penggunaan listrik. Caranya dengan menggunakan bola lampu hemat energi atau peralatan listrik secara efisien.

Saat ini Australia menjadi negara pertama di dunia yang pada 20 Februari 2007 secara resmi mencanangkan larangan penggunaan bola lampu pijar tradisional. Langkah praktis ini akan memperlambat pemanasan global dan perubahan iklim dengan mengurangi empat juta ton gas rumah kaca sisa penggunaan energi di Australia pada 2015.

Pengganti lampu pijar tradisional itu adalahlampu pijar yang lebih hemat 20% dalam penggunaan energi listrik. Diperhitungkan, bila penduduk dunia saat ini serempak menghentikan penggunaan bola lampu tradisional, listrik yang dihemat mencapai sekitar lima kali konsumsi listrik Australia setahun.

Upaya serupa juga telah dibahasdi negara bagian Kalifornia, Amerika Serikat (AS) pada Januari 2007. Badan Energi AS, Rocky Mountain Institute menghitung bahwa mengganti bola lampu 75 watt dengan lampu hemat energi berdaya 20 watt tapi memberikan terang setara, akan menghemat 590 kg gas CO2 sepanjang masa pakai bola lampu tersebut. Walau harga lampu pijar hemat energi ini kini masih lebih mahal dibandingkan dengan bola lampu tradisional, masa hidupnya lebih awet 4 – 10 kali.

Rasanya kita tidak perlu menunggu himbauan pemerintah untuk berhemat listrik seperti di Australia. Kita juga bisa berperan serta dalam upaya mengurangi laju pemanasan global. Selain dalam penggunaan lampu pijar, kita juga bisa menggunakan peralatan elektronik yang hemat listrik dan tak mengandung gas yang dapat menimbulkan efek rumah kaca berat maca clorofluorocarbon (CFC) dan hidrofluorocarbon (HFC).

Kita juga berhemat listrik dengan merancang dan memilih rumah dan kantor yang sesuai iklim tropis. Misalnya dengan mendesain rumah yang memungkinkan sinar matahari dan udara segar bebas keluar masuk. Dengan desain semacam itu kita dapat meminimalkan penggunaan lampu di siang hari dan pendingn udara sepanjang hari. Kita juga dapat mengatur kegiatan dengan peralatan rumah tangga bertenaga listrik di luar jam puncak penggunaan listrik (pukul 17.00 – 22.00) untuk mengurangi beban PLN. Atau, memanfaatkan energi matahari untuk menjemur pakaian alih-alih mengeringkannya di mesin cuci. Di tempat kerja pun kita bisa menghemat listrik dengan mematikan lampu, AC, tv, radio, komputer bila tak digunakan.

Dengan cara itu, bukan hanya listrik yang dihemat, tapi juga usia pakai peralatan tersebut bisa lebih lama. Yang lebih penting lagi, kita bisa mengerem pemanasan global.

Diambil dari : Intisari April 2007

EARTH SONG

(dinyanyikan oleh : Michael Jackson)



What about sunrise
What about rain
What about all the things
That you said we were to gain.. .
What about killing fields
Is there a time
What about all the things
That you said was yours and mine...
Did you ever stop to notice
All the blood we've shed before
Did you ever stop to notice
The crying Earth the weeping shores?

Aaaaaaaaaah Aaaaaaaaaah

What have we done to the world
Look what we've done
What about all the peace
That you pledge your only son...
What about flowering fields
Is there a time
What about all the dreams
That you said was yours and mine...
Did you ever stop to notice
All the children dead from war
Did you ever stop to notice
The crying Earth the weeping shores

Aaaaaaaaaaah Aaaaaaaaaaah

I used to dream
I used to glance beyond the stars
Now I don't know where we are
Although I know we've drifted far

Aaaaaaaaaaah Aaaaaaaaaaaah
Aaaaaaaaaaah Aaaaaaaaaaaah

Hey, what about yesterday
(What about us)
What about the seas
(What about us)
The heavens are falling down
(What about us)
I can't even breathe
(What about us)
What about the bleeding Earth
(What about us)
Can't we feel its wounds
(What about us)
What about nature's worth
(ooo,ooo)
It's our planet's womb
(What about us)
What about animals
(What about it)
We've turned kingdoms to dust
(What about us)
What about elephants
(What about us)
Have we lost their trust
(What about us)
What about crying whales
(What about us)
We're ravaging the seas
(What about us)
What about forest trails
(ooo, ooo)
Burnt despite our pleas
(What about us)
What about the holy land
(What about it)
Torn apart by creed
(What about us)
What about the common man
(What about us)
Can't we set him free
(What about us)
What about children dying
(What about us)
Can't you hear them cry
(What about us)
Where did we go wrong
(ooo, ooo)
Someone tell me why
(What about us)
What about babies
(What about it)
What about the days
(What about us)
What about all their joy
(What about us)
What about the man
(What about us)
What about the crying man
(What about us)
What about Abraham
(What was us)
What about death again
(ooo, ooo)
Do we give a damn

=========================
MP3 bisa didownload di : Mediafire
Video klip bisa dilihat di : Youtube

17 September 2009

SEHARI BERSAMA PENDETA TYAS BUDI LEGOWO

Pada hari Minggu, tanggal 6 September 2009 Pak Tyas melakukan serangkaian kegiatan di luar GKJ Purwodadi Induk. Beliau melayani ibadah Minggu pagi di GKJ Kradenan Pepanthan Kuwu, yang terletak tak jauh dari Pasar Umum Kuwu. Usai ibadah beliau menyempatkan diri untuk mampir sebentar di Bledug Kuwu, mengambil beberapa gambar dan merasakan keindahan fenomena alam itu dari dekat.

Karena saking dekatnya ke kawasan semburan, tanpa sadar beliau berpijak di tanah lumpur yang basah, dan akhirnya ‘keblegong’ dech sehingga memaksa beliau untuk menanggalkan sepatunya yang belepotan lumpur sementara seperempat bagian celana yang dikenakanya juga belepotan lumpur padahal hari itu juga beliau masih harus memimpin ibadah minggu di Pepanthan Ngori. Akhirnya beliau melayani ibadah perjamuan kudus di Pepanthan Ngori dengan ‘nyeker’ setelah menyempatkan diri untuk mencuci kakinya yang belepotan lumpur di Kali Tuko.



Tak lupa di pepanthan Ngori beliau mengunjungi peternakan sapi yang dikelola oleh pihak GKJ Purwodadi di rumah salah seorang warga. Dan setelah berbincang-bincang cukup lama dengan beberapa warga di peternakan itu, beliau melanjutkan perjalanan ke GKJ Sodo untuk menghadiri Rapat Klasis.

SEJARAH PERJALANAN GKJ PURWODADI

GKJ (Gereja Kristen Jawa) Zending Purwodadi ditetapkan sebagai gereja dewasa pada tanggal 25 Agustus 1935.. Pdt. Soekadi ditunjuk untuk mengasuh gereja ini. Kemudian pada tahun 1942 terjadi kekosongan penggembalaan di Pos Zending Purwodadi akibat masuknya tentara Jepang. Tugas penggembalaan akhirnya dilaksanakan oleh Bp. RJ Mangoentenojo, yang pada saat itu menjabat sebagai Kepala SD Kristen Purwodadi. Sedangkan untuk pelayanan sakramen dilaksanakan oleh Pdt. J Siswodarmo dari GKJ Kaliceret dan Pdt. R Ronodiharjo dari GKJ Tempurung.



Pada tangal 27 Maret 1950, Pdt. Tabri Wirjawasita ditahbiskan sebagai pendeta konsulen untuk GKJ Zending Purwodadi. Dan pada tahun 1957 karena tuntutan perkembangan jemaat, GKJ Purwodadi memanggil pendeta atas diri Bp. RJ Mangoentenojo. Setelah itu pada tahun 1966 dilaksanakan pemanggilam pendeta yang kedua, yaitu Ds. Paulus Manase.

Pada tangal 27 November 1970 Bp Rj Mangoentenojo meninggal dunia dan setahun kemudian Bp. Paulus Manase juga meninggal dunia pada tanggal 31 Agustus 1971. Maka untuk sementara pelayanan sakramen dan pemeliharaan jemaat dilaksanakan oleh Pdt. Tabri Wirjawasita, yang kemudian digantikan oleh pendeta konsulen dari Yogyakarta, yaitu Bp. Ds. Poerbowijogo, SH. Kemudian pada tanggal 8 September 1978, Paulus Pudjaprijatma, S.Th ditahbiskan sebagai pendeta GKJ Purwodadi.



Delapan belas tahun kemudian, pada tanggal 8 September 1996, R. Tyas Budi Legowo, S.Th ditahbiskan sebagai pendeta GKJ Purwodadi. Dan sepuluh tahun kemudian pada tanggal 8 September 2006, Dwi Ariyanto, S.Th ditahbiskan sebagai pendeta GKJ Purwodadi berikutnya.

all photos courtesy : Warga GKJ Purwodadi Grobogan facebookgroup