01 Juli 2009

STOP MENGELUH

Bacaan : Bilangan 11:1-3

Dalam sebuah khotbahnya pada bulan Juli 2006, Pdt. Will Bowen dari Gereja One Community Spiritual Center, Kansas City, Amerika, menyerukan gerakan berhenti mengeluh. Ia lantas membagikan gelang karet berwarna ungu kepada setiap anggota jemaatnya. Aturan mainnya sederhana, gelang itu harus dipakai terus-menerus selama 21 hari di salah satu pergelangan tangan, bisa kanan atau kiri. Dan selama itu tidak boleh mengeluh. Jika hal tersebut dilanggar, maka gelang itu harus dipindahkan ke pergelangan tangan yang lain dan jumlah hari dihitung kembali lagi dari awal. Saat ini, gelang karet itu telah tersebar sebanyak enam juta buah di seluruh dunia. Banyak orang telah merasakan perubahan positif karena menjalankan program berhenti mengeluh ini, khususnya dalam berelasi dan bekerja sama dengan orang lain. 

Rupanya manusia memang cenderung lebih mudah mengeluh atau bersungut-sungut daripada bersyukur; lebih mudah melihat hal-hal yang kurang daripada hal-hal baik dalam hidupnya. Seperti sikap umat Israel. Kasih dan pemeliharaan Tuhan kepada mereka selama berada di padang gurun begitu jelas—mulai dari mengirimkan tiang awan dan tiang api untuk menuntun mereka, sampai mengirimkan burung puyuh dan manna untuk makanan mereka—tetapi tetap saja mereka suka mengeluh. 

Sikap suka mengeluh ini tidak ada gunanya. Dan Tuhan juga tidak senang. Karenanya harus dilawan; jangan dituruti, apalagi dijadikan kebiasaan. Caranya, fokuskan pikiran pada hal-hal yang baik dalam hidup ini, dan berusahalah untuk selalu berkata positif.
MENGELUH DAN BERSYUKUR ITU SOAL PILIHAN PILIHLAH UNTUK SELALU BERSYUKUR 

Penulis: Ayub Yahya

Diambil dari : Renungan Harian Rabu, 1 Juli 2009

18 Juni 2009

SENDOK KEBAHAGIAAN


Di tangan Paulo Coelho, pemikir dan novelis kelahiran Rio de Janeiro, sendok makan pun bisa digunakan untuk memberi pencerahan. Dalam tulisannya yang berjudul “All The Marvels of The World”, dikisahkan pengembaraan seorang pemuda mencari arti kebahagiaan. Dalam pencariannya, ia menemui petapa di sebuah puri kuno di puncak bukit. Bertanyalah ia kepada Sang Petapa, apa arti kebahagian.

“Sebelum menjawab pertanyaanmu, silakan melihat-lihat rumahku dulu. Tak usah buru-buru.” Sang Petapa lalu memberinya sebuah sendok makan berisi beberapa tetes minyak. “Bawalah ini sambil berjalan-jalan. Awas, jangan sampai minyaknya tumpah.”

Si pemuda menuruti perintah. Ia keluar masuk kompleks puri abad pertengahan yang indah tersebut. Namun lantaran konsentrasinya terpaku pada sendok berisi minyak tersebut, ia tidak bisa menikmati apa yang dilihat. Beberapa jam kemudian Sang Petapa bertanya, “Apakah kamu sudah masuk ruang perpustakaanku? Di sana mestinya kau lihat sebuah relief dinding berisi cerita menarik. Kau menyukainya?”

Pemuda tersebut mengakui, ia tak sempat menyaksikan benda yang dimaksud. “Kalau begitu. Kau harus melihatnya lagi. Cobalah nikmati pemandangan di puri ini.”

Kali ini si pemuda betul-betuk menikmati semua hal yang dilihatnya. Beberapa jam kemudian ia melaporkan banyak hal menarik kepada Sang Petapa. “Baiklah. Tapi apa yang terjadi dengan sendok itu? Mengapa kosong? Kau tumpahkan minyaknya ya?” Sang pemuda kaget, tak dapat menyembunyikan rasa malunya.

Dengan bijak Sanga Petapa lalu mengelus-elus pundak pemuda tersebut seraya berkata. “Kamu masih mau mengetahui rahasia arti kebahagiaan?”

“Ya tentu saja”

“Sesungguhnya kau telah menjawab sendiri”, ujar sang Petapa. “Kebahagiaan adalah kemampuan untuk menikmati dan menghargai segala keindahan yang kau temui di dunia, tanpa melupakan sesuatu yang paling dekat denganmu.”

Diambil dari : INTISARI April 2007

01 Juni 2009

MENGHADAPI MASALAH

Yesaya 21:11-12:
Ucapan ilahi terhadap Duma. Ada seorang berseru kepadaku dari Seir: "Hai pengawal, masih lama malam ini? Hai pengawal, masih lama malam ini?" Pengawal itu berkata: "Pagi akan datang, tetapi malam juga. Jika kamu mau bertanya, datanglah bertanya sekali lagi!"


Ketika menikmati ayat ini, saya merenungkan betapa berat masalah hidup yang harus dihadapi manusia (termasuk kita kan..?). Begitu kompleksnya masalah dan ruwetnya situasi yang kita hadapi, membuat kita kadang harus mengakui bahwa kita bukanlah manusia hebat yang sanggup mengatasi semua permasalahan hidup. We all are fragile.

Tanpa kita sadari, kita sering menjadi orang yang mengeluh seperti ayat di atas: kapan derita ini akan berakhir..? kapan ketidakadilan ini akan menyingkir dariku..? Seperti keluh kesah Daud dalam Mazmur 13: Berapa lama lagi, TUHAN, Kaulupakan aku terus-menerus? Berapa lama lagi Kausembunyikan wajah-Mu terhadap aku? Berapa lama lagi aku harus menaruh kekuatiran dalam diriku, dan bersedih hati sepanjang hari? Berapa lama lagi musuhku meninggikan diri atasku? 

Rekan-rekan yang terkasih, masalah dan beban hidup tidak akan pernah berakhir. Pagi akan datang, tetapi malam juga. Kalah dan menyerah terhadap masalah kita hanya akan membuat situasi tambah semakin sulit. Sikap hati dan ketenangan sangat kita diperlukan dalam menghadapi situasi sulit yang seakan tidak ada habisnya ini. Seperti dalam Mazmur 16:1, Jagalah aku, ya Allah, sebab pada-Mu aku berlindung (jika bukan karena Engkau, mungkin aku sudah habis sekarang ini ya Tuhan.. :inspirasi pribadi). Amin.

Mas Ari


24 Mei 2009

MANGA MESIAS

Mau tau gimana kisah perjalanan hidup Tuhan Yesus di dunia ini diceritakan dalam bentuk manga (komik / cerita bergambar khas Jepang)?


Judul : MANGA MESIAS : Yang Diurapi

Scriptwriter : Hidenori Kumai

Artist : Kozumi Sinozawa

Assistant Artist : Atsuko Ogawa

Art Director : Chihaya Tsutsumi

Supervisor : Toshikazu Iwaoka

Penerjemah Indonesia : Slamat P Sinambela

Editor : Darsum Sansulung

Penerbit : SPS

Distributor : PT Abiyah Pratama

Sinopsis : Bersumber dari kitab Injil, cerita dimulai dari pemberitahuan kelahiran Yesus kepada Maria oleh malaikat Gabriel, terus peristiwa Natal, Yesus 12 tahun di Bait Suci, pelayanan Yesus bersama murid2nya sampai peristiwa kematian, kebangkitan dan diakhiri dengan Kenaikan ke Surga. Di dalam buku cerita bergambar ini, nama "Yesus"  diganti menjadi "Yeshuah", yaitu bentuk Ibrani dari nama Yesus.

Coba deh baca buku manga ini, pasti kamu bakal menemukan sesuatu yg unik karena deskripsi dan visualisasi yg bagus dan keren. Cocok buat nambah koleksi komik Jepang kamu ato mau dihadiahkan kepada adik ato ponakan yg masih kecil biar mereka bisa mengenal siapa pribadi Tuhan Yesus lewat buku ini... 

15 Mei 2009

BLOG-NYA GKJ PURWODADI

Ternyata GKJ Purwodadi udah punya blog lho di http://gkj-purwodadi.blogspot.com/

tapi sayang postingan terakhirnya pada tanggal 3 Maret 2008.. jadi sampe sekarang gak update lagi... Kayaknya udah gak ada yg urus

Ayo donk di-update lagi! Paling tidak satu bulan satu postingan!

13 Mei 2009

PEMBERIAN ALLAH

Kita tidak menerima roh dunia, tetapi roh yang berasal dari Allah, supaya kita tahu, apa yang dikaruniakan Allah kepada kita. 
1 Korintus 2:12

Meyakini ayat ini memberi kekuatan ya... Dan saya pikir memang tidak ada alasan untuk tidak meyakininya. Ketika saya renungkan ayat ini, saya menjadi trenyuh, karena apa yang kita terima itu bukan sesuatu yang berasal dari dunia (kekayaan, kepintaran, popularitas, nama baik, jabatan / kekuasaan, dll.) Tetapi yang berasal dari Allah (keselamatan, hikmat, kekuatan, perlindungan, karunia roh, karakter, kapasitas untuk melayani, dst).

Luar biasa jika boleh dibandingkan, bahwa apa yang kita terima adalah hal yang mempunyai nilai kekal, tidak akan hilang, dan terus tajam tiap waktunya (jika kita berketetapan menajamkannya).

Hal yang lebih gila lagi adalah bahwa melalui pemberian Allah ini, kita dapat mengetahui, mengenali dan menggunakan apa yang Allah karuniakan kepada kita.

Jadi, apakah kita tahu bahwa Allah telah memberikan pemerlengkapan kepada kita? Atau kita hanya tahu sedikit dari buanyaknya yang Allah karuniakan kepada kita? Bergaulah akrab dengan Allah, dan Anda akan menemukannya, satu demi satu.

Mas Ari