18 Oktober 2009

HEMAT LISTRIK, BUMI ADEM


Pemanasan global yang tek terbendung akibat efek rumah kaca pada Bumi, belakangan menjadi perhatian para [emerhati lingkungan. Soalnya kalau pemanasan global ini tidak segera dikendalikan, dampaknya bisa segera buruk bagi kehidupan manusia. Berbagai upaya harus segera dilakukan. Di antaranya, mencegah penebangan hutanyang tak terkontrol dan mengurangi polusi udara yang dapat menyebabkan efek rumah kaca.

Secara tidak langsung, kita bisa mengurangi polusi dengan menghemat penggunaan listrik. Soalnya pembangkit listrik termasuk unit yang menghasilkan polutan, salah satunya CO2. Dengan meningkatnya konsentrasi gas CO2 di atmosfer, maka akan semakin banyak gelombang panas yang dipantulkan dari permukaan bumi diserap atmosfer. Hal ini akan mengakibatkan suhu permukaan Bumi menjadi meningkat. Sekadar mengingatkan, penggunaan listrik dunia jadi penyumbang terbesar (37%) gas rumah kaca. Karena itu kita bisa ikut berperan mengurangi pemanasan global dengan menghemat penggunaan listrik. Caranya dengan menggunakan bola lampu hemat energi atau peralatan listrik secara efisien.

Saat ini Australia menjadi negara pertama di dunia yang pada 20 Februari 2007 secara resmi mencanangkan larangan penggunaan bola lampu pijar tradisional. Langkah praktis ini akan memperlambat pemanasan global dan perubahan iklim dengan mengurangi empat juta ton gas rumah kaca sisa penggunaan energi di Australia pada 2015.

Pengganti lampu pijar tradisional itu adalahlampu pijar yang lebih hemat 20% dalam penggunaan energi listrik. Diperhitungkan, bila penduduk dunia saat ini serempak menghentikan penggunaan bola lampu tradisional, listrik yang dihemat mencapai sekitar lima kali konsumsi listrik Australia setahun.

Upaya serupa juga telah dibahasdi negara bagian Kalifornia, Amerika Serikat (AS) pada Januari 2007. Badan Energi AS, Rocky Mountain Institute menghitung bahwa mengganti bola lampu 75 watt dengan lampu hemat energi berdaya 20 watt tapi memberikan terang setara, akan menghemat 590 kg gas CO2 sepanjang masa pakai bola lampu tersebut. Walau harga lampu pijar hemat energi ini kini masih lebih mahal dibandingkan dengan bola lampu tradisional, masa hidupnya lebih awet 4 – 10 kali.

Rasanya kita tidak perlu menunggu himbauan pemerintah untuk berhemat listrik seperti di Australia. Kita juga bisa berperan serta dalam upaya mengurangi laju pemanasan global. Selain dalam penggunaan lampu pijar, kita juga bisa menggunakan peralatan elektronik yang hemat listrik dan tak mengandung gas yang dapat menimbulkan efek rumah kaca berat maca clorofluorocarbon (CFC) dan hidrofluorocarbon (HFC).

Kita juga berhemat listrik dengan merancang dan memilih rumah dan kantor yang sesuai iklim tropis. Misalnya dengan mendesain rumah yang memungkinkan sinar matahari dan udara segar bebas keluar masuk. Dengan desain semacam itu kita dapat meminimalkan penggunaan lampu di siang hari dan pendingn udara sepanjang hari. Kita juga dapat mengatur kegiatan dengan peralatan rumah tangga bertenaga listrik di luar jam puncak penggunaan listrik (pukul 17.00 – 22.00) untuk mengurangi beban PLN. Atau, memanfaatkan energi matahari untuk menjemur pakaian alih-alih mengeringkannya di mesin cuci. Di tempat kerja pun kita bisa menghemat listrik dengan mematikan lampu, AC, tv, radio, komputer bila tak digunakan.

Dengan cara itu, bukan hanya listrik yang dihemat, tapi juga usia pakai peralatan tersebut bisa lebih lama. Yang lebih penting lagi, kita bisa mengerem pemanasan global.

Diambil dari : Intisari April 2007

Tidak ada komentar:

Posting Komentar